JAKARTA/BANDUNG.

Kompleks membeli Belah di Bandung
video clip sekitar bandaraya jakarta.
Untuk melihat photo yang lain sekitar lawatan sila Klik di sini
Melancung merupakan satu hobi yang menyeronokkan, tetapi untuk melakukannya memerlukan kos yang agak banyak juga, atas kesedaran itu saya dan keluarga mengambil keputusan mengumpul sedikit demi sedikit untuk menjadikan kos mencukupi bagi menjalankan aktiviti makan angin ini.

Rumah Gabnor Bandung
Pada 12.12.2006 sampai juga hajat untuk menjejakkan kaki ke Jakarta, kami sampai ke Lapangan terbang Sukarno Hatta lebih kurang jam 5.00 ptg dan pehak agency telah menunggu kami,suasana di airport Sukarno Hatta ini membuat kita berhati hati dengan ulat ulat yang mengangkat barang kita,masing masing menawarkan tenaga dan mengharapkan imbuhan yang seolah olah memaksa kita menerima pertolongan dari mereka,tetapi perlakuan begini telah di peringatkan olih kawan kawan yang telah beberapa kali ke Jakarta ini,kalau tiadak mahu jangan sekali kali membuka mulut jika ada yang menawarkan pertolongan.
Satelah sampai di Hotel Alia Cikni [ Peta Jakarta ]Jakarta isteri saya terkejut kerana bag nya tidak bolih dibuka kunci,saya pun mencari kunci dan bertambah lagi terkejut kerana memang tidak bolih dibuka kerana bag pakaian itu bukan lah bag isteri saya bag orang lain,ini adalah gara gara bag serupa telah tertukar ketika di Airport tadi,bag nya memang betul betul serupa cuma bezanya bag kami tidak ada nama dan alamat tetapi bag ini mempunyai nama dan alamat yang empunya.
Pagi 13.12 bermula lah lawatan kami,dengan menaiki van yang di pandu olih pemandu agency yang merangkap guide pelancungan mula memberikan maklumat dan penerangan mengenai apa yang ada sekitar kiri dan kanan laluan perjalanan kami.Distinasi yang di tuju ialah Puncak dan Bandung,[di Puncak ini ada sesuatu yang amat di kenali ialah Kahwin kontrak].saya yang duduk di hadapan tidak ketinggalan membuat pengambaran video clip sekitar perjalanan.
Perjalanan kami ke Bandung melalui perkampungan yang mempunyai penduduk yang padat,saya lihat tiada tempat yang tidak berpenduduk tiada tanah yang terbiar kosong semuanya ada tanaman dan perumahan,sekitar ke Puncak melaluai perkampungan seperti Kedungmanggu,Cipaseban di Cipaseban ini di kelilingi olih gunung dan bukit yang tinggi ada satengah gunung merapi ini masih aktif.Kami juga melalui
Telaga Warna [ utk mengetahui sila klik disini ].satelah melepasi Cipaseban akan melalui puncak,di Puncak ini amat di sukai kerana udaranya yang nyaman dan sama dengan di Cameron Highland di Malaysia.Dan pekan pekan yang dilalui saperti

Telaga Biru Bandung
Chibodas,Sukamahi,Chiandjur,Cimangsud,Chipadalarang,Tjimahi dan baru lah sampai ke Bandung.
Di Bandung kami bermalam di Hotel Suria Indah Cottage Puncak Bandung,sebelum malam sempat juga bersiar sekitar pekan Puncak kerana besoknya tiada peluang lagi kerana pagi lagi kami akan berlepas ke Puncak Gunung Tangkupan Perahu yang menurut penduduk setempat gunung berapi ini mempunyai Lagendanya tersendiri.
Pagi lagi kami pergi ke Telaga air panas Sari Ater[ Bandung bergoyang ] Bandung,dan membuat lawatan kesekitar pusat membeli belah di Bandung sebelum bermalam di hotel Seri Mutiara Bandung satu satu nya hotel 3 bintang di Bandung,besok perjalanan balik ke Jakarta.

Hotel Seri Mutiara Bandung

Dari Bandung ke Jakarta mengambil masa lebih kurang 3 jam perjalanan,sebelum kehotel penginapan kami di bawa bersiar sekitar Taman Disney Jakarta di Ancol Disney,disini mempunyai berbagai permainan saperti kalau di Malaysia di Taman Tema Genting atau di Sunway Piramid[ Map Kuala Lumpur],satelah itu bermalam di Hotel Alia Cikni semula.

President Indonesia Pertama Sukarno dan isteri Ratna Sari Dewi @ Naoko Nimoto seorang geisha Jepun

Ratna Sari Dewi Ibu Indonesia

Naoko Nemoto @Ratna Sari Dewi waktu menjadi geisha di Jepun

Salah satu kereta President Sukarno
Pagi sebelum kami ke Air Port Sukarno Hatta kami di bawa melawat Monument Jakarta iaitu Tugu Monas, di puncak Tugu ini terdapat emas tulin seberat 52kg dan kawasan sekitar tugu Monas ini sangat luas dan kepada sesiapa yang berminat untuk menaiki kuda disini disediakan kepada sesiap pengunjung yang berminat.Selesai di sini kami ke Air Port Sukarno Hatta untuk pulang ke Malaysia.

Hadapan Tugu Monas Jakarta
Isteri saya baru pulang dari Jumber dan malang beliu menghantar Bibi kami pulang bercuti dikampung Jumber.S ebelum pulang beliu sempat singgah di tempat bencana Lumpur Lapindo ini dan dapat menyaksikan serta membuat rakaman video bagaimana gas gas yang keluar dari perut bumi ini bergolak, bagaimana kita melihat nasi atau kalau di Malaysia ini dodol yang sedang dimasak mengelegak begitu lah keadaannya entah bila berhentinya bencana ini tidak diketahui…hanya allah sahaja yang tahu.harap bersabar lahkepada para korban bencana ini dan banyak banyak bertaqwa kepada allah s.w.t takziah dan simpati dari saya..sebelum pulang,sempat juga isteri saya membeli VCD korban Lumpur Lapindo katanya hasil dari kutipan jualan VCD ini akan di dermakan kepada tabung Bencana lumpur Lapindo.Untuk melihat photo sekitar ke Jumber dan Malang sila klik disini
Kalau nak borak borak atau nak bagi komen klik kat sini……..
dan jangan lupa juga lihat video clip ini….
Di Puncak Bandung Indonesia ini terkenal juga dengan acara kahwin Kontrak cuba baca artikal ini walaupun dalam bahasa indonesia tapi bagi orang kita Malaysia bolih juga memahaminya..
KAHWIN KONTRAK DI PUNCAK. BANDUNG INDONESIA
Kawasan Warung Kaleng atau Kampung Sampay di Puncak, Cisarua, yang merupakan perkampungan warga Timur Tengah (Arab, red), mulai bergeliat. Sejumlah tempat peristirahatan berupa vila dan bungalo sudah banyak terpesan. Padahal, musim kawin kontrak baru masuk pada Juni hingga Agustus mendatang.
Hingga awal pekan ketiga bulan ini, peningkatan pemesanan untuk pemakaian awal bulan depan diperkirakan mencapai lebih 50 persen.

Salah sebuah Villa yang menempatkan penganting baru [ Kahwin Kontrak]
Menurut salah seorang petugas resepsionis di vila Tjokro, Cisarua, pemesanan kamar umumnya dilakukan dengan cara si tamu menghubungi via telepon atau menugaskan seseorang (calo, red) untuk memesan kamar/bungalo.
Menurut perempuan yang diperkirakan usianya 28 tahun tersebut, pemesanan kamar rata-rata untuk lama pemakaian satu pekan hingga satu bulan, mulai awal Juni nanti. “Yang ada di lantai bawah dan area bawah ini sudah banyak yang dipesan. Ada yang untuk satu pekan dan ada yang untuk dua pekan. Bergantung, malah ada yang memperpanjang,” kata dia.

Sebuah Banglo menempatkan penganting Kontrak.
Khusus di kawasan Warung Kaleng atau orang Arab menyebutnya dengan istilah “jabal” (gunung dalam bahasa Arab), selain sejuk, pria Arab memilih tempat tersebut karena memang terkenalnya sebagai tempat kawin kontrak dengan wanitanya yang juga terkenal cantik.
Pada Juni hingga Agustus, kawasan puncak yang kerap dijadikan tempat wisata itu berubah menjadi kawasan yang dipenuhi pria Arab.
Kawin kontrak dipilih para pria Arab karena persyaratannya lebih mudah dibanding dengan harus nikah resmi. Hanya dengan emas kawin Rp4 juta hingga Rp6 juta, mereka bisa memiliki wanita-wanita cantik dan menjadikannya istri sementara waktu. Pelaksanaan kawin kontrak tersebut dilakukan tanpa penghulu. Melainkan hanya seorang saksi. Bahkan, saksi tidak jarang hanya seorang calo yang berprofesi sebagai tukang ojek. Para pelaku kawin kontrak umumnya bukanlah warga asli Cisarua. Mereka yang kawin kontrak itu berasal dari luar Bogor. Untuk wanitanya berasal dari Sukabumi, Cianjur serta Bandung. Sedangkan prianya berasal dari Timur Tengah.
Menariknya, dalam proses kawin kontrak tersebut, sang wanita tidak bisa menerima mahar sebesar itu secara utuh. Seperti keterangan dari Nisa (nama samaran), salah seorang pelaku kawin kontrak. Sebesar 50 persen dari mahar harus disetorkan kepada calo yang mempertemukannya dengan pria Arab tersebut. Tidak saja sampai di situ, terkadang sisa uang mahar yang diterima si wanita itu juga kembali terpotong, jika ada “petugas” yang akan melakukan penertiban.
Dari pengakuan sejumlah pelaku kawin kontrak, termasuk Nisa, faktor ekonomilah yang menjadikan mereka rela dikawin kontrak oleh para pria Arab. Itu faktor utama. Tapi faktor lain yang membumbui terjadinya kawin kontrak itu adalah karena kekecewaan (trauma, red).
Nisa contohnya. Dia mengaku menjadi pelaku kawin kontrak karena frustrasi setelah sempat menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Arab. Bukannya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tapi majikannya selalu menjadikan dia sebagai budak seks. Sementara itu, Shofia (nama lain), pelaku kawin kontrak lain, mengaku dia trauma dengan lelaki asal pribumi karena sempat gagal (cerai) dua kali. “Saya kapok berhubungan dengan pria asli Indonesia.”
Para pria Arab karena merasa sudah membayar, mereka bisa menguasi para wanita yang dikawininya. Dan itu yang dialami Nisa, selama 5 bulan ia hidup bersama dengan pria Arab di sebuah vila. Namun, setiap hari ia tidak boleh keluar vila kecuali bersama suami kontraknya. Sialnya lagi, dari sang suami Arabnya itu dia tidak mendapatkan apa-apa lagi, selain mahar yang sudah terpotong untuk bayar penghulu/calo dan petugas untuk meloloskannya dari penertiban.
Lain dengan Nisa, Sofia malah mengaku menikmati kawin kontrak dengan pria Arab. Selama tujuh bulan ini, dia mengaku sudah dua kali melakukan kawin kontrak dengan pria Arab, yang masing-masing selama tiga bulan.
Kedatangan para wisatawan Arab itu pun kini sudah sangat terorganisasi. Turun dari Bandara Soekarno-Hatta, di hadapan para sopir taksi, mereka tinggal menyebut kata jabal (bahasa arab), dan sampailah mereka di Warung Kaleng. Kini hampir 90 persennya penghuni, Warung Kaleng adalah warga Arab. Begitu juga dengan bahasa sehari-hari di daerah itu. Bahkan seluruh fasilitas, baik vila, wartel, travel, toko di sana bertuliskan bahasa Arab
88888888888888888888888888888888888888888888888888888888888
Seminggu selepas lawatan kami ke Jakarta puncak dan Bandung,Jakarta di landa musibah Banjir besar,nasib kami agak baik selepas tidak sewaktu dengannya atau sebelum.Lihat lah photo banjir di jakarta, photo ini memang realiti kehidupan di Jakarta,pengemis,gelendangan di jalanan orang tiada berumah itu lah jakarta.. kota kosmopolitan.
Cuba renungkan 12 juta penduduk Jakarta sahaja..dan negara kita keseluruhan 22 Juta manakala penduduk Kuala Lumpur baru mencecah 2 Juta, dalam dua juta itu munking mencecah 100 ribu adalah orang asing.





























