PADANG/BKT TINGGI/MALINJA
Untuk melihat photo photo lain sila klik disini
Perjalanan kami selama 3 hari tiga malam,dari KLIA ke Padang,kemudian langsung ke Bukit Tinggi [ Slidshow photo ]sepanjang perjalanan kami melalui perkampungan orang minangkabau dan singgah di kilang kilang sulaman yang cukup terkenal disini.di bukit tinggi [ Blog Bukit Tinggi ]selama 2malam.
BUKIT TINGGI.
Sedikit maklumat mengenai Bukit Tinggi Indonesia. Kota Bukittinggi adalah salah satu kota di Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 25,24 km² dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 100.000 jiwa. Letaknya sekitar 2 jam perjalanan lewat darat (90 km) dari ibukota provinsi Padang. Bukittinggi dikelilingi tiga gunung berapi yaitu Gunung Singgalang, Gunung Marapi dan Gunung Sago.
Kota yang merupakan kota kelahiran Bung Hatta, adalah sebuah kota budaya di Sumatera Barat dan terkenal dengan Jam Gadang yang merupakan simbol kota Bukittinggi.
Selain memiliki potensi objek wisata, kota berhawa sejuk ini merupakan salah satu daerah tujuan utama dalam bidang perdagangan di pulau Sumatera. Bukittinggi telah lama dikenal sebagai pusat penjualan konveksi yang tepatnya berada di Pasar aur kuning.
Sejarah
Semasa pemerintahan Belanda, Bukittinggi selalu ditingkatkan perannya dalam ketatanegaraan, dari apa yang dinamakan Gemetelyk Resort berdasarkan Stbl tahun 1828. Belanda telah mendirikan kubu pertahanannya pada tahun 1825, yang sampai sekarang kubu pertahanan tersebut masih ada dam dikenal sebagai Benteng Fort De Kock. Kota ini telah digunakan juga oleh Belanda sebagai tempat peristirahatan opsir-opsir yang berada di wilayah jajahannya.[1]
Pada masa pemerintahan Jepang, Bukittinggi dijadikan sebagai pusat pengendalian pemerintah militernya untuk kawasan Sumatera, bahkan sampai ke Singapura dan Thailand, karena disini berkedudukan komandan Militer ke 25. Pada masa ini Bukittinggi berganti nama dari Taddsgemente Fort de Kock menjadi Bukittinggi Si Yaku Sho yang daerahnya diperluas dengan memasukkan nagari-nagari Sianok, Gadut, Kapau, Ampang Gadang, Batu Taba dan Bukit Batabuah yang sekarang kesemuanya itu kini berada dalam daerah Kabupaten Agam, di Kota ini pulalah bala tentara Jepang mendirikan pemancar radio terbesar untuk pulau Sumatera dalam rangka mengibarkan semangat rakyat untuk menunjang kepentingan perang Asia Timur Raya versi Jepang.[1]
Pada masa perjuangan kemerdekaan RI, Bukitinggi berperan sebagai kota perjuangan. Dari bulan Desember 1948 sampai dengan bulan Juni 1949, Bukittinggi ditunjuk sebagai ibukota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia ( PDRI ), setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda. Selanjutnya Bukittinggi pernah menjadi ibukota propinsi Sumatera dengan gubernurnya Mr. Tengku Muhammad Hasan. Kemudian dalam PP Pengganti undang-undang No. 4 tahun 1959, Bukittinggi ditetapkan sebagai ibukota Sumatera Tengah yang meliputi keresidenan-keresidenan Sumatera Barat, Jambi dan Riau yang sekarang masing-masing keresidenan itu telah menjadi provinsi sendiri.
Geografi
Secara geografis Bukittinggi terletak antara 100,210 – 100,250 derajat bujur timur dan antara 00.760 – 00,190 derajat lintang selatan dengan ketinggian 909 – 941 meter diatas permukaan laut, berudara sejuk dengan suhu berkisar antara min 16,10 – 24,90 max
Kawasan Pelancungan
Bukittinggi memiliki julukan sebagai “kota wisata” karena banyaknya objek wisata yang terdapat di kota ini. Lembah Ngarai Sianok merupakan salah satu objek wisata utama. Taman Panorama yang terletak di dalam kota Bukittinggi memungkinkan wisatawan untuk melihat keindahan pemandangan Ngarai Sianok. Di dalam Taman Panorama juga terdapat gua bekas persembunyian tentara Jepang sewaktu Perang Dunia II yang disebut sebagai ‘Lobang Jepang‘.
Di Taman Bundo Kanduang terdapat replika Rumah Gadang yang berfungsi sebagai museum kebudayaan Minangkabau, kebun binatang dan benteng Fort de Kock yang dihubungkan oleh jembatan penyeberangan yang disebut Jembatan Limpapeh. Jembatan penyeberangan Limpapeh berada di atas Jalan A. Yani yang merupakan jalan utama di kota Bukittinggi
Pasar Atas berada berdekatan dengan Jam Gadang yang merupakan pusat keramaian kota. Di dalam Pasar Atas yang selalu ramai terdapat banyak penjual kerajinan bordir dan makanan kecil oleh-oleh khas Sumatera Barat seperti Keripik Sanjai yang terbuat dari singkong, serta Kerupuk Jangek (Kerupuk Kulit) yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau dan [Karak Kaliang]], sejenis makanan kecil khas Bukittinggi yang berbentuk seperti angka 8.
Danau Maninjau terletak sekitar 36 km atau sekitar 45 menit perjalanan dengan mobil dari kota Bukittinggi. Secara geografis, Bukittinggi, terdiri dari bukit-bukit. Oleh sebab itu jalanya mendaki dan menurun, berdsarkan bukit itulah kemudian, pemerintahan dibagi (sebelum Orde Baru memecahnya ke dalam Kelurahan), ke dalam 5 jorong (Guguak Panjang, Mandiangin Koto Selayan, Bukit Apik Pintu Kabun, Aua Birugo, dan Tigo Baleh).
Dan pada saat ini juga telah dibangun pusat perbelanjaan modern di bukittinggi.
Hotel-hotel yang terdapat di kota Bukittinggi antara The Hills (sebelumnya Novotel), Hotel Pusako, dan hotel-hotel lainnya.



PADANG INDONESIA
Diantara maklumat mengenai Padang Indonesia. Kota Padang merupakan ibu negeri dan bandar terbesar di Sumatra Barat, Indonesia.
Pelabuhan Teluk Bayur merupakan pelabuhan tersebar dan tersibuk di pantai barat Sumatra. Terdapat juga lapangan terbang baru iaitu Lapangan Terbang Antarabangsa Minangkabau .
SEJARAH
Pada abad ke–14 (1340-1375) Kota Padang dikenal sebagai kampung nelayan dengan sebutan Kampung Batung dengan sistem pemerintahan Nagari yang diperintah oleh Penghulu Delapan Suku.
Pada tahun 1667 VOC melalui penghulu terkemuka “Orang Kayo Kaciak” mendapat izin mendirikan Loji pertama. Daerah Batang Arau dijadikan sebagai daerah pelabuhan, yang merupakan titik awal pertumbuhan kota Padang. Kota Padang tidak hanya berfungsi sebagai kota pelabuhan tetapi juga kota perdagangan. Pelabuhan tersebut terkenal dengan nama Pelabuhan Muaro.
7 Ogos 1669, puncak pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan Belanda dengan menguasai Loji-Loji Belanda di Muaro, Padang. Peristiwa tersebut diabadikan sebagai tahun lahir kota Padang.
31 Disember 1799, seluruh kekuasaan VOC diambil alih pemerintah Belanda dengan membentuk pemerintah kolonial dan Padang dijadikan pusat kedudukan Residen.
1 Mac 1906, lahir akta yang menetapkan Padang sebagai daerah Cremente (STAL 1906 No.151) yang sah mulai 1 April 1906. 9 Mac 1950, Padang dikembalikan kepada pemerintahan Republik Indonesia yang merupakan negara bagian melalui Surat Keputusan (SK) Presiden Republik Indonesia Syarikat (RIS), No.111 tanggal 9 Mac 1950.
15 Ogos 1950. SK. Gabenor Sumatra Tengah No. 65/GP-50, tanggal 15 Ogos 1950 menetapkan Pemerintahan Kota Padang sebagai suatu daerah autonomi sementara menunggu penetapannya sesuai Undang-undang (UU) No. 225 tahun 1948. Saat itu kota Padang diperluas, kewedanaan Padang dihapus dan urusannya pindah kepada Walikota Padang.
29 Mei 1958. SK. Gabenor Sumatra Barat No. 1/g/PD/1958, tanggal 29 Mai 1958 secara de facto menetapkan kota Padang menjadi ibukota Provinsi Sumatra Barat.
Tahun 1975 secara de jure, Padang menjadi ibukota Sumatra Barat, yang ditandai dengan keluarnya UU No.5 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, dengan Kotamadya Padang dijadikan daerah autonomi dan wilayah administratif yang dikepalai oleh seorang Walikota.
GEOGRAFI
Kota Padang adalah ibukota provinsi Sumatra Barat yang terletak di pantai barat pulau Sumatra dan berada antara 0° 44′ 00″ dan 1° 08′ 35″ Lintang Selatan serta antara 100° 05′ 05″ dan 100° 34′ 09″ Bujur Timur. Menurut Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 1980, luas Kota Padang adalah 694,96 km2 atau setara dengan 1.65 % dari luas Provinsi Sumatra Barat. Kota Padang terdiri dari 11 kecamatan dengan kecamatan terluas adalah Kota Tangah yang mencapai 232,25 km2.
Dari keseluruhan luas Kota Padang sebagian besar atau 52.52 % berupa hutan yang dillindungi oleh pemerintah. Bangunan dan perkarangan adalah seluas 9.01 % atau 62.63 km2, sedangkan yang digunakan untuk lahan sawah seluas 7.52 % atau 52.25 km2.
Selain di daratan pulau Sumatra, Kota Padang memiliki 19 pulau dimana yang terbesar adalah Pulau Sikuai di Kecamatan Bungus Teluk Kabung seluas 38.6 km2, Pulau Toran di kecamatan Padang Selatan seluas 25 km2 dan Pulau Pisang Gadang seluas 21.12 km2 juga di kecamatan Padang Selatan.
Wilayah daratan Kota Padang yang ketinggiannya sangat berbeza, antara 0 - 1853 meter di atas permukaan laut dengan daerah tertinggi adalah Kecamatan Lubuk Kilangan. Kota Padang memiliki banyak sungai, iaitu 5 sungai besar dan 16 sungai kecil, dengan sungai terpanjang iaitu sungai Batang Kandis sepanjang 20 km.
Pada siang hari suhu kota berkisar antara 22 °C – 32 °C dan pada malam hari 21 °C – 27 °C. Curah hujan dan jumlah hari hujan relatif sedang iaitu rata-rata curah hujan sebulan ialah 148.0 mm dan jumlah hari hujan rata-rata 9.8 hari sebulan. Suhu udara maksimum mencapai 31.5 °C dan suhu udara minimum 22.1 °C. Kelembaban udara berkisar antara 77 - 88 %.
Angin berhembus dari arah barat dengan laju berkisar antara 10 dan 15 km/j. Sedangkan kecerahan cahaya matahari antara 30 - 81.
TOPOGRAFI
Pada awalnya luas Kota Padang adalah 33 km2, yang terdiri dari 3 Kecamatan dan 13 buah Kampung, iaitu kecamatan Padang Barat, Padang Selatan dan Padang Timur. Dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1980 tanggal 21 Mac 1980 wilayah Kota Padang menjadi 694,96 km2, yang terdiri dari 11 Kecamatan dan 193 Kelurahan. Dengan dicanangkannya pelaksanaan autonomi daerah sejak tanggal 1 Januari 2001, maka wilayah administratif Kota Padang dibagi dalam 11 kecamatan dan 103 kelurahan.
TARIKAN PELANCUNG
Kota ini terkenal dengan masakan Padangnya, seperti rendang, soto dan sate Padang, dengan Restoran Padang banyak terdapat di seluruh kota besar di Indonesia.
Padang juga dikenal dengan legenda Siti Nurbaya dan Malin Kundangnya. Di bukit Muara, terdapat kubur Siti Nurbaya dengan sebuah jambatan yang juga bernama Siti Nurbaya, manakala di pantai Air Manis terdapat batu Malin Kundang. Lokasi ini agak ramai dikunjungi terutama dari petang hingga malam hari.
Di kota Padang terdapat Universiti Andalas, institut perguruan tinggi tertua di Indonesia di luar pulau Jawa. Ia terletak 15 km dari pusat kota. Kota ini juga merupakan pusat pelabuhan pantai barat pulau Sumatra dengan pelabuhan Teluk Bayur.
Beberapa jam dari pantai Padang ke arah Teluk Bayur terdapat pantai Carolina. Pada waktu petang pantainya kadang-kadang dilawati sekawanan ikan lumba-lumba yang menambah daya tarik pelancong.
Selain itu terdapat juga beberapa pulau berhampiran Padang yang boleh dilawati seperti Kepulauan Mentawai di mana terdapat sukan meluncur air.
Sumber Artikel dari Wikipedia dan di susun olih
hazaldin topo.wbkl.
photography olih hazaldin topo.wbkl.
Copyright feb2009
88888888888888888888888888888888888888888888888888888888888
88888888888888888888888888888888888888888888888888888888888
88888888888888888888888888888888888888888888888888888888888
MUSIBAH GEMPA DI PADANG
Dari Hans tv di bawa ke Youtube

Artikel dan photo bencana gempa di Padang dan Bukit Tinggi 30/9/2009
Hotel Ambacang Padang
Relawan melintas di depan bangunan Hotel Ambacang, Padang, Sumatera Barat, yang hancur akibat gempa bumi, Jumat (2/10). Diperkirakan ratusan korban masih terjebak di reruntuhan bangunan ini. Gempa bumi berskala 7,6 skal richter yang mengguncang Padang mengakibatkan sedikitnya 500 orang meninggal dan ribuan bangunan hancur. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Rini mulai menjajakan cabai merah dan bawang yang dapat diselamatkannya dari reruntuhan kios di Pasar Raya, Jumat (2/10). Perdagangan di pasar terbesar di Kota Padang itu mulai menggeliat dengan adanya beberapa pedagang yang mulai berjualan pascagempa Rabu sore lalu. Gempa yang menghancurkan bangunan pasar ditambah dengan kebakaran yang terjadi setelahnya membuat pedagang yang berjualan hari itu menggelar dagangan di halaman pasar. KOMPAS/AGNES RITA SULISTY AWATY

Jerit tangis warga melihat rumah mereka yang luluh lantak digoncang gempa di Padang, Sumbar, Kamis (1/10).AP/ACHMAD IBRAHIM

Warga berusaha mencari korban yang terjebak di reruntuhan bangunan pascagempa di Padang, Sumatera Barat, Kamis (1/10/2009).

Pascagempa bumi, deretan kendaraan dilihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Adinegoro, Padang, Sumatera Barat, Kamis (1/9) . Warga harus beratur selama dua jam untuk mendapatkan bahan bakar. Deretan panjang tersebut dipicu oleh ketakutan kehabisan stok bahan bakar di Padang pascagempa bumi. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Petugas penolong mengevakuasi korban tewas yang ditemukan di reruntuhan bangunan pascagempa tektonik di Padang, Sumbar, Kamis (/10).

Tugu Adi Putra mercutanda bandar Padang akhirnya akibat gempa pada 30-09-2009

Bangunan pejabat Kehakiman atau Gedung Pengadilan di Padang runtuh akibat gempa

Bangunan Pos Metro di Padang

Tempat operasi Padang Today

dikebumikan tampa keluarga

Korban Gempa di Padang.

Korban Gempa di Padang Pariaman
Tim dari Brimob Polda Sumsel dan Relawan PT RAPP, Sabtu (3/10), mengevakuasi korban yang tertimbun longsor di Desa Lubuk Laweh, Kecamatan Patemuan, Kabupaten Padang Pariaman. Diperkirakan ratusan warga maih tertimbun tanah dan belum bisa dievakuasi. TRIBUN PEKANBARU/DODDY VLADIMIR
03 October 2009 | 09:57
Padang Pariaman Disapu LongsorDesa Lubuk Laweh, Kecamatan Patemuan, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (3/10), yang rata dengan tanah disapu tanah longsor pada saat terjadi gempa Rabu lalu. Diperkirakan ratusan warga tewas tertimbun tanah dan belum bisa dievakuasi. TRIBUN PEKANBARU/DODDY VLADIMIR

Padang Pariaman Disapu Longsor
Desa Lubuk Laweh, Kecamatan Patemuan, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (3/10), yang rata dengan tanah disapu tanah longsor pada saat terjadi gempa Rabu lalu. Diperkirakan ratusan warga tewas tertimbun tanah dan belum bisa dievakuasi. TRIBUN PEKANBARU/DODDY VLADIMIR
sumber berita dan photo dari akhbar Kompas dan lain akhbar Indonesia di susunan olih
hazaldin topo.wb.kl
Copyright 012009





